Skip to main content

Mengagumi dalam Diam

        Entah sebuah kebetulan, atau memang takdir. Seorang laki-laki yang bersekolah disebuah SMA favorit di Pekalongan, Jawa Tengah. Dia bernama Anton, seperti siswa lainnya setelah diterima di sekolah tersebut Anton mengikuti alur registrasi yang sudah ditentukan oleh pihak sekolah sampai pada awal tahapan registrasi yaitu pengembalian berkas. Dia termasuk masih baru di Pekalongan karena orang tuanya harus pindah ke Pekalongan dan mau tidak mau dia pun ikut pindah. Untung saja memang waktunya sedang penerimaan siswa baru dan Anton memang baru lulus SMP di Tangerang. Saat pengembalian berkas dia layaknya siswa baru yang belum tahu apa-apa, dia sendiri bertanya kepada orang yang ada di lingkungan sekolah untuk mengetahui di mana ruang tata usaha berada. Setelah dia tahu, dia pun menuju ruangan tersebut dan sampailah dia di ruang tata usaha. Kemudian Anton mengurus hal-hal yang diperlukan dan kemudian datanglah seorang perempuan bernama Andien dan terjadilah percakapan di antara keduanya mulai dari menanyakan nama, asal, kenapa mau masuk sekolah itu dan lainnya. Sampai akhirnya tibalah saat MOPDB atau sering orang-orang menyebutnya dengan ospek. Entah sebuah kebetulan atau bukan ternyata Anton dan Andien satu kelompok saat ospek dan ya hubungan pertemanan mereka mulai semakin dekat sampai tiga hari ospek pun berlalu ya dan mereka makin akrab. Sampai hari pertama sekolah entah sebuah kebetulan lagi ternyata, mereka di kelas yang sama dan satu jurusan pula. Ya, seperti layaknya teman yang sudah kenal sebelumnya mereka di kelas sering berdua ngobrol bareng dan main bareng. Sampai akhirnya mereka juga berbaur dengan teman-teman yang lainnya, dan si Andien mulai di deketin oleh salah satu laki-laki yang memang teman dekat mereka juga sih namanya Fahri mulai saat itu Fahri selalu bareng dengan Andien ya antar jemput Andien lah seperti itu. 

      Hal tersebut dilakukan sampai kurang lebih satu bulan, dan mulai ada rasa-rasa yang aneh di dalam diri Anton entah itu apa tapi yang jelas itu adalah rasa cemburu kepada si Fahri karena akhir-akhir ini mereka selalu deket berdua. Sampai pada akhirnya beredar kabar bahwa si Andien dan Fahri ini pacaran, tapi si Andien jelas menepis kabar tersebut dan kalau dia dan Fahri ya hanya teman biasa. Sedikit lega perasaan Anton karena ya memang mereka berdua tidak ada hubungan apa-apa. Setelah kejadian itu Fahri dan Andien sudah tidak pernah pergi dan pulang sekolah bersama lagi, dan mereka bertiga kini makin akrab layaknya sahabat dan oh ya ada satu lagi sahabat perempuan yang deket sekali sama Andien. Namanya Maya sering sekali kalau sedang tidak bersama Anton dan Fahri ya Andien pasti bersama Maya. Pertemanan mereka berempat terus berlangsung selama satu semester makin ke sini ya makin akrab, mereka nonton bareng, hangout bareng, ngerjain tugas bareng sampe-sampe ya suka lupa yang lainnya kalau sudah ngumpul. Dan makin ke sini pula Anton merasa tahu bahwa perasaan cemburu waktu itu kepada Fahri itu bukan perasaan biasa dalam pertemanan, tapi Anton sadar itu adalah rasa suka terhadap Andien dan lebih dari rasa sukanya seorang sahabat. Kurang lebih dua bulan sudah Anton memendam rasa itu, ingin ada hasrat untuk mengungkapkannya tapi apalah daya seorang Anton yang hanya laki-laki pernah tersakiti karena sebuah hubungan yang namanya pacaran. Jadi ya hanya mengagumi dalam diam yang kini bisa dilakukan Anton, karena dia yakin bahwa persahabatan yang tulus akan lebih indah dibandingkan cinta yang hanya berlandaskan hasrat memiliki saja.

Comments

Popular posts from this blog

Puisi Bahasa Inggris - INDONESIA is PARADISE LAND

Here, I’m feeling happy Here, I’m feeling sad Here, I’m feeling angry And i’m feeling disappointed, but i’m still here Happy, because i can eat whatever i want Can play anything in every where                      Study whenever i want That’s all i can do comfortably But, i’m also sad! Caused my realm, where i play has been broked! My study right is suitless! And people still not safe! Than i feel angry too!! Many our culturals has been stolen by another countries! What we only quite?! And let our culturals has gone? I think we can keep our cultural, because we are the generation Evently i feel disappointed too! Cause many greedy corruptors outside there make me misery.. The breaker in the name of religion, that  must be lost! But now that’s worsen.. really make me disappointed I want to be here, Indonesia with the peaceful, comfort...

Refleksi - Di Mana pun Bisa, Asal Mau dan Istiqomah

       Pagi yang cerah, pastinya membuat banyak orang semangat dalam menjalankan aktifitasnya. Baik itu bekerja, belajar, ataupun mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta. Ada sebuah pemandangan menarik ketika saya baru saja ber olah raga di sekitar alun-alun Kajen. Seorang anak kecil yang sedang duduk sendiri dengan menggenggam sebuah buku, awalnya penasaranku memuncak dan kulihat ternyata Al-Qur'an yang sedang ia baca.            Sontak saya memuji dalam hati atas apa yang sedang saya lihat. Lalu ku coba dekati dengan maksud ingin tahu lebih lagi, apakah ia benar-benar sedang membacanya. Saya beranikan diri duduk di sebelahnya dan kutanya pelan, "Dek, lagi ngapain?" Dia menjawab "Lagi tilawah kak". Subhanallah, saya reflek berucap lalu kita lanjutkan percakapan singkat tersebut. Ternyata dia adalah seorang santri dari salah satu pondok pesantren ternama di Indonesia. Namanya adalah Jundi, sampai ku lupa untuk menanyakan di m...

Pemberdayaan Madrasah Menjadi Program Utama KKN Mahasiswa IAIN Pekalongan

PEGADEN TENGAH – Mahasiswa adalah salah satu tonggak pergerakan masyarakat yang ada di sekitarnya. Bukan hanya kuliah di kelas, menerima teori dari dosen, maju presentasi dan mendapatkan nilai saja, namun tugas mahasiswa sendiri adalah lebih dari itu. Salah satu kegiatan yang membuktikan tugas mahasiswa lebih dari sekedar berjibaku di kampus saja ialah KKN (Kuliah Kerja Nyata).               Salah satunya adalah KKN yang dilakukan oleh mahasiswa dan mahasiswi IAIN Pekalongan sejumlah 12 mahasiswa yang berasal dari berbagai macam jurusan dijadikan satu. Adapun, kegiatan KKN kali ini dilakukan selama 45 hari, dan bertempat di Desa Pegaden Tengah Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan.              KKN kali ini berbeda dengan KKN yang sebelumnya, KKN kali ini berbasis prodi yang mana kegiatan pemberdayaan yang ada sudah tercantum dalam program tema 9, yang salah satunya adalah pemberdayaan madrasah. Ser...